Responsive Ads Here
Showing posts with label Pemerintah. Show all posts
Showing posts with label Pemerintah. Show all posts

Saturday, 3 March 2018

Dandima 1625 Ngada Letkol Czi Arman Hidayah  memberi pengarahan kepada paca calon Prajurit Karir -  

BAJAWA, vigonews.com – Komandan Kodim (Dandim) 1625/Ngada Letnan Kolonel Czi Arman Hidayah, S. Sos menengaskan, Prajurit Karir (PK), jangan coba-coba main uang saat tes.

Hal itu ditegaskannya ketika memberikan pengarahan kepada 48  orang pemuda Ngada dan Nagekeo  yang akan melaksanakan tes Calon Tamtama Prajurit Karir (PK) TNI AD Gelombang I TA. 2018,  di Aula Makodim 1625/Ngada,  Jalan Soekarno - Hatta Bajawa,  Kabupaten Ngada, Sabtu (03/03/2018).

Pada kesempatan tersebut Arman Hidayah menghimbau agar seluruh calon Tamtama PK mempersiapkan dirinya masing-masing baik fisik dan mental untuk menghadapi test nanti. “Jangan coba-coba  menggunakan uang untuk membayar panitia karena menjadi tentara tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Arman, masa  depan ada di tangan sendiri, bukan orang lain.  "Yang menjadikan kalian Tentara adalah diri kalian sendiri, masa depan ada di tanganmu sendiri bukan orang lain. Apabila ada oknum panitia yang minta uang kepada kalian dengan menjanjikan kelulusan segera laporkan saya," tegas Dandim.
 
Aman Hidayah di hadapan calon prajurit karir
Di akhir pengarahan dihadapan putera-putera terbaik Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo itu, Arman Hidayah memberikan penekanan agar peduli dan jangan berselisih paham dengan sesama calon. Kunci masuk dan lolos menjadi TNI adalah selalu belajar, berlatih dan berdo’a.

"Jaga kesehatan dan tetap semangat semoga apa yang anda cita-citakan dapat terwujud," tambah beliau.

Saat kegiatan pengarahan kepada calon prejurit karir hadir juga  Kasdim Mayor Inf M. Basuki dan Pasipers Letda Arm. Iwan Arh.***

Thursday, 29 December 2016


Vigonews.com, BAJAWA - Bupati Ngada Marianus Sae, meminta kepada kepala desa terpilih untuk merangkul calon yang kalah. Tujuannya, agar pembangunan desa dapat dilakukan secara bersama-sama, sehingga harmonisasi antara masyarakat terus terjalin dengan baik.

Meskipun berat, saya minta calon yang kalah dirangkul. Kebersamaan harus dibangun," Kata Bupati Ngada Marianus Sae dalam sambutan peresmian 56 Desa persiapan, pelantikan 27 kepala desa terpilih periode 2016-2022 secara serentak dan pelantikan 56 pejabat Kades persiapan tingkat Kabupaten Ngada 2016 di Aula Ine Sina Selasa (20/12).

Marianus Sae meyakini semua calon yang ikut bertarung memiliki niat yang sama, yaitu membangun desa masing-masing. Makanya dengan kebersamaan pembangunan desa akan semakin baik. Untuk calon yang kalah juga harus berbesar hati dan menerima pilihan masyarakat banyak. Jangan sampai calon yang kalah justru mencari-cari kesalahan kades terpilih, sehingga melahirkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat.

Dia mengatakan Kepala desa merupakan ujung tombak dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Peran  seorang Kepala Desa berada pada posisi yang sangat strategis dalam penyelenggaraan otonomi daerah, dan merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah Kabupaten. Oleh karena itu, seorang Kepala Desa juga harus mampu menjalankan fungsi pemerintahan, dan dituntut untuk memiliki pengetahuan yang lebih, sehingga mampu mengakomodir kepentingan masyarakat.

Kepala desa, Kata Bupati Marianus adalah orang terbaik yang telah mendapat kepercayaan masyarakat, karena telah mendapat suara terbanyak dalam pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan demikian, seorang kepala desa harus bersikap adil dan arif, bijaksana dan terbuka dalam memperhatikan seluruh kepentingan dan kebutuhan masyarakat desa.

Lanjut Marianus, sebagai seorang pemimpin, hendaknya dapat menerima kritik dan saran dari masyarakat, serta melaksanakan tugas yang telah diamanahkan dengan segenap kemampuan yang ada. "saya ingin mengingatkan kepada Kepala Desa yang baru dilantik,  untuk benar-benar menghayati sumpah yang telah diucapkan. Sebagai orang yang beriman, kata sumpah yang diawali dengan kata Demi Tuhan dan diakhiri dengan kata Kepada Tuhan itulah akhirnya pertanggungjawaban akan saudara berikan, memiliki makna yang mendalam dan pertanggungjawaban yang sangat besar,” katanya.

Sumpah ini, tambahnya menunjukkan pengakuan dan perwujudan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, artinya saudara telah mengikat janji kepada Tuhan Yang Maha Esa,  dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Desa. Sudah sepantasnya sebagai seorang Kepala Desa tidak menyia-nyiakan tugas dan wewenangnya, untuk nantinya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik kepada masyarakat, dan terlebih lagi kepada Tuhan," tegasnya.

Dia menambahkan hari ini juga dilakukan Pelantikan 56 Penjabat kepala Desa Persiapan. Pengangkatan 56 Penjabat Kepala Desa yang berasal dari unsur PNS, dengan maksud untuk melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan pada desa persiapan. Penjabat Kepala Desa Persiapan mempunyai tugas diantaranya,  penetapan batas wilayah desa sesuai dengan kaidah geografis, pengelolaan anggaran operasional desa persiapan yang bersumber dari APBD desa induk, pembentukan struktur organisasi dan pengangkatan perangkat desa dan tugas lainnya, sesuai dengan amanat undang-undang.

"Oleh karena itu, saya sungguh berharap para Penjabat Kepala Desa Persiapan  yang telah dilantik, supaya dapat menjalankan tugas yang telah dipercayakan dengan sebaik mungkin, dalam rangka meningkatkan pelayanan pembangunan kemasyarakatan di desa persiapan ini," harap Bupati Marianus.

Bupati Marianus menambahkan, pembentukan desa ini dimaksudkan untuk lebih mendekatkan rentang layanan kepada masyarakat, baik dari aspek pemerintahan, aspek pemberdayaan maupun aspek sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, hendaknya masyarakat dapat memanfaatkan peluang ini dengan mendukung aparat pemerintah desa dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan kemasyarakatan.


Keberpihakan Kepada Desa

“Saya juga ingin menyampaikan beberapa hal kepada kita semua sebagai berikut Pertama, dengan spirit Membangun Ngada dari Desa, maka keberpihakan pemerintah kepada Desa sangatlah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan peluncuran program-program strategis seperti, PERAK, JKMN dan Program Pelangi Desa dan Pro Petani, ditambah lagi dengan tiga target utama pembangunan saat ini yaitu Wae Gebho Gabho, Zalo Siro Saro dan Dara Rilo Ralo, yang semuanya bermuara ke desa,” jelasnya.

Oleh karena itu, dalam mendukung suksesnya program ini, dukungan dan partisipasi  masyarakat  sangatlah dibutuhkan dalam semua proses pembangunan. Selain itu juga, prakarsa masyarakat harus terus ditumbuhkembangkan, sehingga pembentukan desa  tidak berakhir sampai  pada tahap ini saja, melainkan  semakin berkembang ke arah pendekatan pelayanan dan percepatan pembangunan.

Kedua, Undang-Undang tentang pembentukan desa telah memberikan ruang kepada desa, untuk mengelola semua potensi yang ada, termasuk pengelolaan secara mandiri alokasi dana desa, baik yang bersumber dari APBN, APBD,  maupun sumber pendapatan lainnya.

“Saya berharap semua komponen di desa mulai dari Kepala Desa sampai pada jajaran paling bawah,  agar dapat mengelola semua dana desa secara jujur, transparan, bertanggung jawab dan akuntabel. Semua anggaran desa yang dikeluarkan harus digunakan secara benar dan dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Hindarilah pengelolaan dana diluar regulasi yang telah ditetapkan oleh peraturan yang berlaku,” pintanya

Ketiga, pembangunan  daerah termasuk pembangunan desa, adalah usaha membangun potensi yang ada dengan sumber-sumber kekayaan alam yang dimiliki, yang juga merupakan sumber penghasilan dan pendapatan masyarakat sebagai daerah otonom, untuk melaksanakan pembangunan. Pemberdayaan masyarakat mesti terus digalakan. “Mari kita Bangun Ngada Dari Desa," ajak Bupati Marianus.

Kepada masyarakat, Bupati Ngada dua periode itu berharap setelah selesai pelantikan ini maka selesai pula segala urusan dukung-mendukung, karena siapapun yang terpilih tentunya adalah pilihan bersama dan yang terbaik. "Atas nama Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Ngada, saya menyampaikan selamat  kepada 56 Desa Persiapan yang hari ini kita resmikan.

Sementara kades Desa Turaloa kecamatan wolomeze yang baru di lantik Bartolomes Mboa, mengatakan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat desa Turaloa yang telah memilih dan mempercayai untuk memimpin roda pemerintahan desa. Dia berjanji akan membangun Turaloa ke arah yang lebih baik demi tercapainya warga masyarakat yang makmur.

"Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh warga desa Turaloa yang telah mempercayainya untuk menjadi kepala desa selama 6 tahun mendatang, untuk itu saya tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan dari warga ini yakni dengan cara bekerja secara maksimal guna membangun masyarakat desa Turaloa lebih maju lagi," Ujarnya. (Arkadius Togo)***

Thursday, 3 November 2016


Vigonews.com, BAJAWA – Pemerintah Kabupaten Ngada terus berupaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, melalui percepatan pembangunan berbagai bidang. Demikian dikemukakan Kabag Adamas Ngada, Marthinus P. Langa, SE kepada pers di ruang kerjanya, Selasa (18/10/2016)

Kepada awak media, Marthinus menegaskan kembali komitmen Pemerintah sebagaimana dikemukakan Bupati Ngada Marianus Sae dalam sambutan penutupan Sidang DPRD Ngada dengan agenda membahas Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2016, (17/10/2016)

Upaya percepatan itu dilakukan melalui beberapa program strategis yang menjadi prioritas, yaitu:  Pemberdayaan ekonomi rakyat yang tidak lagi dititik beratkan pada pemeliharaan ternak saja, namun telah dikembangkan juga pada sektor pertanian, perikanan serta sektor pariwisata.

Prioritas pembangunan dibidang kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat Ngada, Beasiswa Kedokteran bagi anak Ngada yang berprestasi dan Peningkatan Kapasitas SDM tenaga kesehatan serta Program Bokda, pengangkatan Tenaga Kesehatan yang bekerja pada fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan. Dan, dibidang Pendidikan, walaupun dalam keterbatasan anggaran, Pemerintah tetap berkomitmen untuk meluncurkan program BOSDIK, Beasiswa Mahasiswa asal Ngada dan Beasiswa Mahasiswa Strata II.

Sementara di bidang Infrastruktur, melalui program Pelangi Desa, Pelangi Kawasan dan Tiga Prioritas utama yakni Zala Ziro zaro, Wae Gebho Gabho dan Dara Rilo Ralo.

Selain itu juga, upaya  perbaikan dan peningkatan akan terus dilakukan dengan pendekatan dan kebijakan, diantaranya penataan sistem birokrasi yaitu penataan kelembagaan, pendidikan dan pelatihan bagi aparatur pemerintah, peningkatan kinerja aparatur yang dapat mendorong akuntabilitas pemerintah terhadap  setiap kebijakan publik, penentuan skala prioritas pembangunan yang berpihak kepada kebutuhan masyarakat antara lain, melalui kerja sama antar pemerintah daerah.

Spirit Otonomi Daerah

Dalam sambutan Bupati Marianus Sae menekankan bahwa, “spirit otonomi daerah telah mendorong kita pada paradigma baru pembangunan, yang berorientasi pada percepatan dan pemerataan pembangunan masyarakat Ngada ke arah yang lebih baik.”

Menurut Marianus, spirit ini telah menunjukkan bahwa,  tanggungjawab dan peran Pemerintah Daerah dan Dewan yang terhormat dalam membangun daerah semakin bertambah besar, terutama dalam mengakomodir berbagai aspirasi masyarakat, kebutuhan-kebutuhan masyarakat serta potensi-potensi yang dimiliki masyarakat.

Perwujudan Otonomi Daerah itu, kata dia, bukanlah hal mudah, karena di satu pihak intensitas pembangunannya akan semakin tinggi, semakin kompleks dan semakin luas dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. “Sementara di pihak lain, kita dihadapkan pada berbagai keterbatasan, hambatan, dan tantangan terutama prasarana dan sarana kerja, serta kemampuan daerah untuk membiayai seluruh kegiatan pembangunan,” katanya.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada segenap anggota dewan yang terhormat, atas semua kesepakatan, pendapat  konstruktif dan rekomendasi  serta saran yang telah dihasilkan dalam masa sidang ini, baik dalam rapat komisi, gabungan, maupun pendapat akhir yang disampaikan oleh masing-masing Fraksi hingga persetujuan DPRD untuk menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2016,” papar Bupati Marianus.

Pelbagai hal yang telah dicapai selama masa sidang ini, kditambahkan Bupati Marianus, merupakan upaya nyata Dewan Perwakilan Rakyat bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada untuk mempercepat proses pembangunan bagi kehidupan masyarakat secara lebih baik.Berbagai pendapat dan saran konstruktif akan kami jadikan bahan pertimbangan bagi pembahasan APBD Tahun Anggaran 2017.

Komposisi perubahan anggaran

Sidang APBD Perubahan Kabupaten Ngada ditutup pada tanggal 17 Oktober 2016 oleh Ketua DPRD Ngada, Helmut Waso. Bupati Ngada, Marianus Sae disaksikan oleh Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Ngada menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 13 tahun 2016 tentang APBD Perubahan Kabupaten Ngada Tahun 2016.

Komposisi APBD Perubahan Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2016, yaitu Pendapatan Daerah sebelum Perubahan sebesar Rp. 836.611.829.063, setelah perubahan sebesar Rp. 822.526.387.751, berkurang sebesar Rp. 14.085.441.312,-

Belanja Daerah, sebelum perubahan sebesar Rp. 868.476.549.463, setelah perubahan sebesar Rp. 911.324.159.779,- bertambah sebesar Rp. 42.847.610.316,- Sedangkan pembiayaan Daerah sebelum perubahan sebesar Rp. 32.864.720.400, setelah perubahan sebesar Rp. 89.797.772.028,- bertambah sebesar Rp. 56.933.051.628,-***

Insert foto: Pembangunan infrastruktur jalan hingga ke desa dan plosok menjadi salah satu kiat menjawab kebutuhan masyarakat akan akses transportasi dalam meningkatkan pendapatan ekonomi.

Sunday, 17 January 2016


MBAY/FLORES, vigonews.com – Mengantisipasi ancaman teroris meluas ke daerah, pasca aksi teror di Sarinah, Jakarta, Pemda Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) gelar rapat koordinasi pencegahan terosisme dan radikalisme. Pertemuan tersebut digelar Senin (18/01/2016).

Yang hadir pada rapat itu antara lain Kapolsek Aesesa AKP Jamaludin, Danramil  Kapten Inf. Suyanto, Ketua FKUB Rm. Fomi de Dowa, Ketua FKMD Simon Fino, dan jajaran pimpinan SKPD.

Rapat di ruang VIP  Setda Nagekeo itu dipimpin Bupati Nagekeo, Elias Djo. Bupati Elias Djo pada kesempatan itu minta jajaran TNI/Polri, kesbangpol, Pol PP segera menggelar razia gabungan selanjutnya melakukan steril pada pintu masuk ke Nagekeo sebagai tindakan pencegahan. Masyarakat supaya bisa bekerja sama membantu aparat dalam melakukan razia ini.

Pada kesempatan itu, Kapolsek Jamaludin dan Danramil Suyanto menyatakan siap melakukan kordinasi dengan berbagai elemen untuk mengantisipasi bahaya terorisme dan radikalisme di wilayah itu.

Kapolsek AKP Jamaludin mengatakan akan segera melakukan razia terpadu di setiap pintu masuk Nagekeo, terutama melalui pelabuhan laut. Razia, kata Jamaludin juga menyasar  penginapan di daerah itu dan pendataan penduduk yang belum jelas. “Untuk hal ini kami berharap dukungan semua elemen sehingga upaya ini dapat dilakukan sebaik-baiknya,” kata Jamaludin yang baru dilantik itu. (ec)*

Insert foto: Suasana rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Elias Djo

Wednesday, 2 December 2015


BAJAWA/FLORES, vigonews.com - Penjabat Bupati Ngada, Yohanes Tay, memberi apresiasi kepada pers di Ngada yang dinilai ikut berkontribusi dalam menciptakan  suasana nyaman dan damai dalam keseluruhan gerak pembangunan.

Demikian dikemukakan Yohanes Tay dalam acara konferensi  pers akhir tahun di ruang rapat Bupati, Selasa (02/12/2015). Dalam konferensi pers itu hadir Sekda Ngada,  Meda Moses, Asisten III Iju Maria Albina, Kabag Humas Martinus  P. Langa dan jajaran humas serta APUL.

Selama ini, kata Yohanes Tay, pers juga memberi kontrisbusi yang besar dalam gerak pembangunan Ngada dengan memberikan informasi yang proporsional.  Dia berharap, kerja sama yang sudah baik terus dijalin  sehingga terjadi sinergisitas yang baik dalam penyelenggaraan pemerintahan dan proses pembangunan, dan pers tetap menyajikan informasi yang proporsional, edukatif dan berimbang.

Pers dan pemerintah perlu juga seiring, karena keduanya memiliki kepentingan yang sama, yakni manjaga suasana kantibmas. meski di sisi lain pers tetap menjalankan fungsi kritik dan kontrol secara proporsional.  Kalau suasana nyaman, kata Yohanes Tay, pembangunan bisa berjalan dengan baik.

"Pers telah memberikan peran cukup baik dengan memberitakan secara berimbang dan memberi kritik yang proporsional. Suasana ini yang harus dijaga. Ini menunjukkan peran pers dalam keberlangsungan pembangunan tidak kecil," kata Yohanes Tay.

Dia juga memberi apresiasi kerja-kerja pers dalam ikut menjaga suasana nyaman dan aman selama proses pilkada yang akan mencapai puncaknya 9 Desember mendatang. Karena itu, Yohanes Tay tetap berharap peran pers dalam memberikan informasi yang edukatif kepada masyarakat, sebagaimana yang sudah berjalan selama ini.

Di bagian lain, Yohanes Tay menyayangkan penyalahgunaan media sosial seperti facebook sebagai ajang caci maki dan fitnah. Ini sangat bertolak belakang dengan tata krama sebagai makhluk berbudaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.(ch)*

Insert foto: dari kiri: Kabag Humas Martinus P. Langa, Asisten III Iju Maria Albina, Sekda Ngada Meda Moses, Penjabat Bupati Ngada Yohanes Tay Ruba bersama insan pers di Ngada