Responsive Ads Here

Wednesday, 7 March 2018

Esthon L. Foenay kampanye terbatas di tiga tempat  Kabupaten Ngada -  


BAJAWA, vigonews.com – Kampanye Cagub/Cawagub Esthon L. Foenay dan Chritian Rotok di Riung, Selasa (06/03/2018) disambut ratusan warga. Ketua DPD PAN Ngada Kristo Loko membuka pertemuan terbatas itu dengan pidato politik.

“Kita sedang cari pemimpin. Karenanya pilihan tiga partai pengusung – Gerindra, PAN dan Perindo – jatuh pada pasangan Esthon-Chris,” kata Kristo.

Ada yang mengatakan, mereka sudah agak tua! Kata Kristo, anak muda memang punya semangat, tapi orang tua punya kerendahan hati dan kebijaksanaan. “Karena itu NTT perlu kehadiran pemimpin yang bijaksana, rendah hati  dan apa adanya. Tokoh yang dituakan,” beber Kristo.

Baca Juga:
Jonathan Nubatonis: ‘Jangan Pilih Pemimpin Pulau’
Esthon L. Foenay, Calon Gubernur Bibir Merah

Kristo menganalogikan, NTT tidak sedang mencari pemimpin seperti pelari, pemimpin seperti pilot, pemimpin seperti pembalap. Tetapi sedang mencari pemimpin yang rendah hati, bijaksana, jujur dan memiliki integritas tinggi sehinga dapat melayani rakyat NTT. Pemimpin yang berjalan dalam kesederhanaan, bukan pencitraan.

Pada kesempatan itu, Kristo menitipkan penyelesaian masalah perbatasan Ngada – Manggarai Timur dan juga jalan dari ibu kota kabupaten Ngada menuju Riung, dan jalan provinsi Waepana Mbazang. Karena di Riung ada potensi pariwisata yang dapat membawa manfaa ekonomi bagi masyarakat lokal.

Di bagian lain Kristo meyakinkan, dari  data yang dibeberkan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) terakhir terkait dengan Cagub Cawagub NTT periode 2018-2023 paket nomor 1 Esthon-Chris masih menempati posisi teratas sebesar 22,23%. Karena itu kita menjatuhkan pilihan pada paket nomor satu.

"Kalau Esthon-Chris menjadi gubernur karena menang di Sumba dan Timor, semantara kita di Riung kalah, maka kita tidak bisa datang ke pa Gubernur dengan kepala tegak. Ketika pak Eston menang di Riung, pada saatnya kita tidak pernah ragu dan malu menyampaikan aspirasi kita kepada gubernur kita pak Esthon," pinta Kristo Loko.
 
Pendukung Esthon-Chris di Riung
Calon Gubernur NTT Eston Foonay dalam orasi politiknya menyampaikan, dirinya bersama calon wakil gubernur Kristian Rotok ingin membangun NTT berbasis potensi dan karakteristik kewilayahan. Menurut mantan wakil gubernur NTT ini, konteks Riung kabupaten Ngada ini, apabila dirinya bersama Kristian Rotok mendapat kepercayaan sebagai Gubernur dan wakil gubernur NTT periode 2018-2023 maka yang dilakukan pertama adalah peningkatan infrastruktur jalan provinsi dan perhatian destinasi wisata 17 pulau Riung.

Oleh karena itu, dirinya berharap kepada masyarakat  Riung agar bisa memberikam dukungan dan menjatuhkan pilihan pada paket nomor 1 Esthon-Chris. Ketua Gerindra NTT ini berharap masyarakat NTT mampu mengedepankan rasionalitas pilihan pada paket yang  memahami sistem birokrasi dan memiliki hati untuk bangun NTT.

Semantara itu Anggota DPRD PAN Provinsi NTT Agustinus Lobo dalam orasi politiknya menyampaikan pentingnya memenangkan gubernur dan wakil gubernur yang searah dengan partai pengusung. Dalam kaitannya dengan penyerapan aspirasi masyarakat dan keputusan anggaran pasti gubernur akan memperhatikan kepentingan  dari anggota DPRD partai pengusung. Sehingga DPRD Provinsi PAN yang juga putra asli Ngada ini kembali berharap kepada pemilih di Riung untuk memenangkan paket Esthon-Chris.

"Kita harus menangkan paket Nomor satu Esthon-Chris, agar dalam memperjuangkan nasib rakyat kedepan akan jauh lebih mudah. Karena kami dilegislatif  dengan eksekutif dari sisi visi perjuangan partai sama," kata Agus Lobo.

Turut hadir dalam kegiatan kampanye paket nomor 1 ini, anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai pengusung PAN Agustinus Lobo, dan Gerindra Maksi Ebu To, Ketua DPW Perindo NTT Joenatan Nuba Tonis, Ketua DPD II PAN Ngada Kristoforus Loko, Ketua Gerindra Ngada Laurensius Nau, dan anggota DPRD Ngada dari Partai pengusung PAN Yosef Tote Lambo dan Gerindra Philipus Nono. (ydp)***

Kasat Lantas Polres Ngada berkunjung ke SMPN 1 Bajawa


BAJAWA, vigonews.com –  Anak SMP belum diperbolehkan mengendarai sepeda motor sendiri. Karena itu, orang tualah  harus mengantar anak-anak ke sekolah. Demikian dikemukakan Kasatlantas Polres Ngada,  AKP. Sudirman S.sos, saat mengunjungi SMPN 1 Bajawa, Rabu (07/03/2018).

Dikatakabn Sudirman,  perlu adanya kesadaran orang tua dalam mengijinkan kendaraan bermotor bagi anaknya. Ada usia-usia tertentu yang diijinkan namun di usia SMP orang tua sangat dianjurkan untuk tidak mengijinkan anaknya mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah.

Sudirman mengharapkan orang tua untuk menghantar anaknya ke sekolah.
"Jika ke sekolah minta bapa mama antar, kamu jangan bawah sendiri motor, dalam berkendaraan perlu diketahui etika berkendara," tandas Sudirman kepada ratusan siswa di sekolah itu.

Sementara, Kepala SMPN 1 Bajawa Maria C. Imelda menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kasatlantas dan Anggota yang hadir. "Kami menyampaikan terima kasih Bapak Kasatlantas sudah datang untuk membantu pihak sekolah dalam hal mengatasi masalah remaja berkaitan dengan tata tertib  berlalu lintas, pejalan kaki, anak -anak yang sudah bisa bersepeda motor, lebih-lebih anak sekolah,” katanya.
 
Sosialisasi UU No 22 tahun 2009
Maria Imelda berharap, mudah-mudahan anak-anak mengerti dan mengimplementasikan serta manyampaikan hal penting ini kepada orang tua di rumah sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap anak-anak spensa.

Kanit Dikiyasa Satlantas Polres Ngada, Aipda. Khaerudin dalam wawancara disela-sela kegiatan, berharap jalinan mitra ini terus dibangun agar ada kerjasama antara pihak SMPN 1 Bajawa dengan pihak Kepolisian Resort Ngada untuk menangani kenakalan remaja di jalan raya.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polisi Resort Ngada (Polres) mengunjungi SMPN 1 Bajawa untuk melakukan sosialisasi  Kasatlantas POLRES Ngada AKP. Sudirman S.sos.

Hadir bersama dengan Kasatlantas dalam kunjungan itu Kanit Dikiyasa, Aipda. Khaerudin, Bripka Dorothea Longa, Brigpol Messy A. Maakh.  Dalam arahannya Akp. Sudirman menjelaskan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. sebagaimana diatur dalam Undang-Undang dimaksud. (Uno Ignatio)***

Esthon L Foenay mengunjungi Dojo SMAK Regina Pacis Bajawa -  


BAJAWA, vigonews.com – Esthon L. Foenay bertandang ke SMAK Regina Pacis, Bajawa, Rabu (07/03/2018) petang. Penampilannya yang sederhana dan penuh kesahajaan, Esthon tiba di Recis diterima hangat oleh Kepala Sekolah Rinu Romanus, para guru dan para siswa.

Kehadirannya jauh dari kesan hiruk pikuk sebagai calon gubernur yang kini sedang dalam masa kampanye. Tak ada atribut partai melekat pada dirinya. Esthon hadir  lebih sebagai  Ketua Umum Persaudaraan Bela Diri Kempo (Perkami) NTT.  Dia bercengkrama penuh keramahan di Dojo SMA Katolik Regina Pacis Bajawa. 

Esthon, jauh dari kesan formal ketika berada di komunitas SMAK Regina Pacis ini. Diselingi jok-jok segar, dia  bincang-bincang santai. Namun sesekali dia bicara soal yang penting, tentu saja berkaitan dengan kapasitasnya sebagai Ketua Umum Persaudaraan Bela Diri Kempo (Perkami) NTT dan pembinaan generasi muda.

“Kempo NTT ini terbaik di Indonesia. Baru-baru ini tim kempo NTT sempat dikirim ke Amerika Serikat. Bahkan salah satu atlet kempo asal Manggarai mampu mengalahkan atlet kempo Amerika,” urai Esthon.

Menurut Esthon, dalam bela diri ini setiap pribadi dididik untuk hidup sehat, disiplin, kuat dalam iman, pengetahuan dan karakter.

Sementara, Kepsek Rinu Romanus dalam sapaanya menyampaikan terima kasih karena sudah mengunjungi Recis dengan berbagai motivasi agar gerakan bela diri Kempo masuk sekolah tetap dirawat dan terus di hidupi.

“Dan jika nanti Tuhan merestui, Bapak Eston untuk memimpin NTT, jadilah pemimpin universal – tanpa membeda-bedakan, inklusif serta bijaksana dalam menghadapi berbagai komplektisatas kebutuhan masyarakat dengan baik,” pesan Roamnus.

Romanus berharap   pada Esthon jika terpilih agar mengembangkan semangat literasi untuk pembentukan sumber daya manusia para generasi harus diperhatikan dengan baik dengan tidak mempersoalkan antara sekolah swasta ataupun Negeri.

Dan acara persaudaraan ini di tutup dengan guyon oleh Eston "Bae sonde bae, Recis Bajawa lebih bae.” Dalam bela diri, orang Bajawa sekali pukul tiga kali terbaik.

Perlu diketahui bahwa Kempo di Ngada berdiri sejak tahun 1995 yang di inisiasi oleh simpai Ansel dan simpai Beni Jawa. Sedangkan di Recis Bajawa, masuk 12 September 2018 dan berjalan hingga saat ini.(Boy Zanda)***

Monday, 5 March 2018

Siswa SMPN Satap Kurubhoko larut dalam diskusi bedah kasus kejahatan media sosial dalam sebuah rekoleksi -  


KURUBHOK0, vigonews.com - Penggunaan media sosial di kalangan remaja merebak juga hingga ke desa. Tidak ada ruang yang benar-benar lekang dari penggunaan wahana komunikasi yang selain membawa manfaat positif tidak sedikit membawa ‘mala pekataka’ ini. Dari orang dewasa, pemuda, remaja, anak-anak bahkan balita pun seperti keranjingan.

Keprihatinan terhadap merebaknya penggunaan media sosial di kalangan remaja desa, membuat wadah gerejani – Paroki Maria Ratu Para Malaikat, Kurubhoko menggelar rekoleksi berbasis literasi media sosial, Minggu (04/03/2018) di Kurubhoko.

Didampingi pelaku media yang juga tuan Rumah Literasi Cermat (RLC), Emanuel Djomba, sekitar 40 siswa SMPN Satap Kurubhoko mengikuti rekoleksi berbasis literasi media yang diselenggarakan menyambut hari raya paskah 2018 mendatang.  Pada momentum rekoleksi ini para siswa berjanji menggunakan media sosial secara bijak – untuk hal-hal yang positif dan menunjang pembelajaran. Janji ini disampaikan oleh siswa dari lima kelompok usai melaporkan hasil diskusi.

Dikatakan Djomba, rekoleksi yang menerapkan metode diskusi dan refleksi itu, menuntun para siswa untuk menemukan sendiri apa dampak media sosial secara ril bagi kehidupan remaja. Siswa membedah sejumlah kasus kejahatan dari pemberitaan media massa, dengan pertanyaan penuntun mengacu pada teknik penulisan berita para jurnalis.  Lalu para siswa memberi kesan dan pesan terhadap masing-masing kasus yang dibedah.  Di bagian akhir secara eksplisit menyatakan janji untuk menggunakan media sosial secara bijak.

Sementara Pastor Paroki Maria Ratu Para Malaikat (MRPM), Pater Tobias Harman, OFM mengantar siswa pada refleksi dalam terang Injil. Pater Toby dalam rekoleksi bertema “Remaja Bermedia Sosial Secara Sehat dalam Terang Injil,” merefleksikan penggunaan media sosial sebagai bentuk pelayanan kepada orang lain.

Dikatakan Pater Toby, penggunaan media sosial memudahkan manusia untuk melakukan komunikasi yang berdayaguna antara satu dengan yang lain, dan bukan sebaliknya. Media sosial harus merupakan wahana komunikasi yang mempu mendekatkan yang jauh dan bukan malah menjauhkan yang dekat, bahkan terasing dengan lingkungan sosial.
 
Para pendamping Sekami mengisi sesi - ice breaking saat rekoleksi siswa SMPN Satap Kurubhoko
“Jangan sampai engkau dengan teman yang jauh menjadi begitu dekat, tetapi dengan teman-temanmu di sebelahnya engkau tidak kenal, tidak peduli. Karena kalau engkau susah maka teman dekat di sampingmu  yang menolongmu bukan teman yang jauh,” kata Pater Toby.

Bagi remaja yang juga anak missioner, kata Pater Toby, harus memandang media sosial sebagai wahana untuk mewartakan firman Tuhan. Dan penggunaan media sosial diperlukan untuk memperdengarkan suara Kristus suara Kristus secara relevan mengenai soal-soal aktual di sekitar.

Rekoleksi dengan tema media sosial secara sehat dalam terang Injil menyasar siswa SD kelas  IV, V & VI serta siswa SMP di wilayah Paroki MRPM, Kevikepan Bajawa, Keuskupan Agung Ende. Sebelumnya, Minggu (25/02/2018) sekitar 70 siswa dari SDK Tanawolo dan SDI Kurubhoko mengikuti rekoleksi ini. Selanjutnya di SDI dan SMPN Satap  Malafai, Desa Nginamanu Selatan dan SDN Ije di Desa Nginamanu Barat.

Selain narasumber dari RLC Bajawa Emanuel Djomba dan Pastor Paroki MRPM Tobias Harman, OFM, rekoleksi melibatkan para pendamping Sekami dari Paroki ini. Mereka adalah Mersi Ida, Petro Nela Maza, Maksima Mika, Regina Meo dan sejumlah pendamping lainnya.***

Polres Ngada bergerak lebih cepat ke akarnya - melalui lembaga pendidikan -  


BAJAWA, vigonews.com   Hadir di SMAK Regina Pacis Bajawa dalam upacara bendera bersama, Senin (05/03/2018), Polres Ngada memberi sinyal bergerak lebih cepat ke akarnya.

Mendidik generasi muda, sebagaimana dikemukakan Wakapolres Ngada, Kompol  I Nyoman Surya Wiryawan, SH dalam amanat upacara, sebagai upaya aparat untuk bergerak lebih cepat langsung ke akarnya. “Karena mendidik generasi muda harus bergerak dari akarnya dan system jemput bola. Mengingat generasi era global banyak dipengaruhi arus zaman yang destuktif,” katanya.

Lebih jauh Nyoman Surya Wirawan mengatakan, SMAK Regina Pacis  dikenal dengan kedispilinan, karenanya pihaknya harus merawat, mengarahkan para generasi muda untuk mencintai hidup displin, menjauhkan diri dari narkoba dan pergaulan bebas, displin dalam berlu lintas. Generasi mudah, katanya harus meletakkan dasar yang kuat agar kepribadian dan kekritisanya menjadi kuat bagi diri dan sesama.

Di akhir sambutannya, Wakapolres Wirawan yang didampingi Kasat Binmas Iptu Oktovianus P.  Abor, berpesan bahwa, pihak Polres akan terus bekerja sama dengan semangat cinta.  “Jika ada hal yang patut di diskusikan,  silahkan undang pihak Polres untuk datang ke sekolah untuk kita duduk diskusi dan saling berbagi, khususnya untuk menanam kesadaran untuk taat aturan lalulintas,” katanya. 

Sementara, Kepala SMAK Regina Pacis Bajawa, Rinu Romanus memberi apresiasi kepada pihak Polres Ngada yang telah memberi waktu dalam membangun kebersamaan dengan Recis. Bahwa mendidik para generasi adalah tanggung jawab kolektif,  jadi mari kita mendidik para generasi untuk jadi yang unggul dan berkualitas dalam otak maupun kepribadian. (Boy Zanda)***

Saturday, 3 March 2018

Para pegiat Literasi Flores berkumpul di Larantuka, Flores Timur berliterasi dalam seminar nasional bertajuk "Literasi Digital". Memberi aroma literasi -  


LARANTUKA, vigonews.com - Gawe betaraf nasional dengan tajuk "Literasi Digital" digelar di Larantuka, Flores Timur, Sabtu ( 03/03/2018).

Dalam momen seminar nasional, Agupena Flotim terus menggetarkan dawai literasi di tanah lamaholot. Kali ini melalui hajatan seminar nasional menghadirkan sejumlah tokoh dan pegiat literasi tingkat nasional dan lokal. 

Momen ini memang 'menyeret' seorang guru dari SMPN 1 Bajawa, Ignasius Sabinus Satu. Salah seorang  pegiat literasi dari kota dingin Bajawa ini merangasek ke Larantuka. Gema literasi dari tanah nagi seperti memanggilnya ke sana.

Tentu harapan besar juga berdetak kian keras dalam dada pegiat literasi Pulau Bunga,  khusunya dari luar Flotim yang kali ini seperti termagnit dari tanah nagi.

Ketika dikonfirmasi vigonews.com melalui ponselnya, Ignasius Sabinus Satu yang akrab disapa Uno mengatakan, acara seminar yang diwarnai launching buku karya guru-guru yang tergabung dalam Agupena Flotim itu menghadirkan Guru prestasi Indonesia Hermin Hamid sebagai nara sumber. Buku yang dilaunching berjudul ‘Revolusi Mental Ala Guru’ menjadi perhatian peserta seminar.

Uno juga mengatakan, nara sumber lain yang membuat seminar semakin special adalah hadirnya Ketua Agupena Indonesia Yanuardi Syukur, Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdB) Yohanes Don Bosco Lobo, dan penulis feminis Santi Sima Gama. Tentu saja ada para pegiat literasi daerah seperti Ketua Agupena NTT Thomas Sogen dan Ketua Agupena Flotim Maksimus Masan Kian.

Seminari nasional ini adalah sebuah terobosan lain guna terus menggemakan literasi di Pulau Bunga. Pulau bunga menjadi pulai literasi. Dan literas harus berbunga memberi aroma kepada generasi. Karena itu dalam rangka HUT Agupen Flotim ke-3 tahun ini, digelarlah sebuah gawe literasi bertaraf nasional di daerah dengan tema ‘Digital Literasi.

Terkait dengan kehadiran satu-satunya peserta dari Kabupaten Ngada, Uno yang juga guru SMPN 1 Bajawa dan menjadi anggota Simpul Pustaka Ngada ini, mengatakan sebagai  bentuk dukungan terhadap gerakan literasi di Flores. “Melalu kegiatan ini saya mau belajar dari para pegiat literasi di Flotim yang selama ini gencar berkampanye,” kata Uno.
 
Dari kiri: Arnoldus Ola Aman, Anton Hajon, Ignasius Sabinus Satu & Maksimus Masan Kian
Selain itu menurut Uno, guru-guru di Flotim sudah masuk dalam wadah Agupena. Wadah dimana para guru belajar menulis secara intensif dan pada HUT ke-3 ini ternyata para guru di Flotim sudah mampu menulis beberapa buku secara bersama-sama sehingga dapat me-launching buku. “Ini tentu sebuah kabar gembira bagi guru. Kalau di sana mereka bisa, mengapa kita tidak bisa. Dan kita harus mulai di Ngada sebagaimana selama ini sudah dilakukan Rumah Literasi Cermat,” beber Uno yang dihubungi di sela-sela seminar.

Ketua Agupena Flotim, Maximus Masan Kian, pada kesempatan itu menyampaikan apresiasinya atas kehadiran teman-teman dari luar kabupaten. Dia juga memberi apresiasi kepada Guru Uno dari Ngada yang hadir dalam momen ini. “Terima kasih Sahabat saya Pa Uno, jauh dari Bajawa Ngada untuk ambil bagian dalam kegiatan seminar kali ini, kita bisa saling belajar bersama narasumber,” kata Masimus.

Ketua panitia Seminar Literasi Digital, Arnoldus Ola Aman menyatakan bangga terhadap teman-teman guru di Flores yang antusias menerima undangan Agupena Flotim. “Kita yang di daerah harus peduli terhadap generasi, kepedulian kepedulian ini dibuktikan dengan literasi,” tambah Arnol.

Seminar kali ini mengusung tema ‘Digital Literasi’ menjawab kebutuhan zaman dan mengasah kemampuan guru agar mengerti literasi digital sehingga disesuaikan dalam metode pembelajaran pada jaman kini.

Arnol yang juga Kepsek Nelelamadikeng Flotim menambahkan, Wadah Agupena menjalin literasi dari semua daerah NTT, menyatukan hati pikiran dan semangat literasi, maka itu kita membumikan literasi di Flores ini.***

Oleh: Emanuel Djomba
Rumah Literasi Cermat (RLC)

Dandima 1625 Ngada Letkol Czi Arman Hidayah  memberi pengarahan kepada paca calon Prajurit Karir -  

BAJAWA, vigonews.com – Komandan Kodim (Dandim) 1625/Ngada Letnan Kolonel Czi Arman Hidayah, S. Sos menengaskan, Prajurit Karir (PK), jangan coba-coba main uang saat tes.

Hal itu ditegaskannya ketika memberikan pengarahan kepada 48  orang pemuda Ngada dan Nagekeo  yang akan melaksanakan tes Calon Tamtama Prajurit Karir (PK) TNI AD Gelombang I TA. 2018,  di Aula Makodim 1625/Ngada,  Jalan Soekarno - Hatta Bajawa,  Kabupaten Ngada, Sabtu (03/03/2018).

Pada kesempatan tersebut Arman Hidayah menghimbau agar seluruh calon Tamtama PK mempersiapkan dirinya masing-masing baik fisik dan mental untuk menghadapi test nanti. “Jangan coba-coba  menggunakan uang untuk membayar panitia karena menjadi tentara tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Arman, masa  depan ada di tangan sendiri, bukan orang lain.  "Yang menjadikan kalian Tentara adalah diri kalian sendiri, masa depan ada di tanganmu sendiri bukan orang lain. Apabila ada oknum panitia yang minta uang kepada kalian dengan menjanjikan kelulusan segera laporkan saya," tegas Dandim.
 
Aman Hidayah di hadapan calon prajurit karir
Di akhir pengarahan dihadapan putera-putera terbaik Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo itu, Arman Hidayah memberikan penekanan agar peduli dan jangan berselisih paham dengan sesama calon. Kunci masuk dan lolos menjadi TNI adalah selalu belajar, berlatih dan berdo’a.

"Jaga kesehatan dan tetap semangat semoga apa yang anda cita-citakan dapat terwujud," tambah beliau.

Saat kegiatan pengarahan kepada calon prejurit karir hadir juga  Kasdim Mayor Inf M. Basuki dan Pasipers Letda Arm. Iwan Arh.***