Responsive Ads Here

Monday, 11 July 2016


Vigonews.com, LANGA/BAJAWA - Pembukaan Langa Youth Day diselenggarakan dengan meriah di kampung Boradho dihadiri oleh 475 peserta yang terdiri dari tingkatan SMP, SMA, Mahasiswa dan dan kalangan muda yang sudah bekerja.

Kegiatan ini berlangsung empat hari, 11 - 14 Juli 2016 yang diikuti oleh seluruh orang muda Langa mulai dari tingkatan SMP, SMA, mahasiswa dan berprofesi Kerja.

Acara dimulai dengan pembinaan di gereja oleh pastor Moderator Paroki Maria Ratu Semesta Alam RD.Thadeus Mitan, Pr,  kemudian  peserta prosesi  menuju kampung Boradho desa Bomari.

Kepada vigonews.com  disela-sela kegiatannya,  ketua OMK Paroki Langa, Mus Paru mengatakan bahwa kegiatan Orang Muda Paroki Langa ini diselenggarakan setiap tahun dengan tema yang berbeda sesuai kesepakatan Orang Muda.

"Kegiatan ini dilakukan setiap tahun sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Untuk tahun 2016 ini kegiatan dilakukan di kampung Boradho dengan tema " Sukacita Injil di tengah arus Globalisasi dan Modernisasi",katanya.

Selama tiga hari Orang Muda dari ketujuh stasi, yakni: Wolokoro, Borani, Bomari, Beja, Bela, Langagedha dan Boradho berproses dengan beberapa agenda kegiatan di antaranya  Live in, materi tentang Pergaulan bebas dan OMK yang  Solider, perlombaan Paduan suara, Show Busana dari Limbah, Renungan, dan Jai Tradisional.

Untuk kegiatan kali ini Mus Paru demikian dia biasa disapa, mengatakan bahwa tema Sukacita Injili ditengah arus globalisasi dan modernisasi ini diselenggarakan dengan tujuan menyikapi perkembangan arus Globalisasi dan Modernisasi yang tidak mampu dibendung oleh Orang Muda di Langa.

Prosesi pembukaan Langa Youth Day diringi tarian ja'i menuju tempat kegiatan
"Ini berangkat dari situasi dan kondisi yang dialami oleh seluruh orang muda Langa yang secara perlahan mulai meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lokal dan lebih memilih budaya kebarat-baratan tanpa ada filter yang baik,"katanya.

Sementara itu, Pastor Moderator OMK paroki Langa RD.Tadeus Mitan, Pr dalam arahan pelepasannya di halaman gereja mengatakan bahwa Orang Muda harus bisa menunjukkan diri sebagai orang Langa, sebagai Orang Katolik, sebagai ciptaan yang berbeda dengan mahluk ciptaan Tuhan  yang lain.

Nilai-nilai kekatolikkan harus dipancarkan dalam tingkah laku hidup sehari-hari, jangan sampai mengasingkan diri dari kekatolikan. Sebagai orang Langa memiliki nilai-nilai adat dan harus bisa menjunjung tinggi nilai adat sehingga menjadi orang yang lebih manusiawi, lebih Katolik dan lebih Langa.

Sementara itu,  Iben dan Astin dari Stasi Bela mengatakan sangat bangga menjadi Orang Muda Langa dan bangga memiliki teman-teman orang muda yang saling bergandengan tangan untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan.(ml)

Insert foto: Kegiatan Langa Youth Day ditandai dengan prosesi peserta menuju tempat kegiata

Saturday, 9 July 2016


Vigonews.com, NANGARORO – Prosesi salib Indonesian Youth Day (IYD) atau Hari Orang Muda Katolik (OMK) se-Indonesia, untuk Keuskupan Agung Ende (KAE) memasuki Kevikepan Bajawa. Orang Muda Katolik Paroki Martinus Nangaroro siap menerima Salib IYD (Indonesian Youth Day) Keuskupan Agung Ende di perbatasan Kevikepan Ende dan Kevikepan Bajawa (10/07/2016).

Paroki Nangaroro  merupakan paroki kevikepan Bajawa  yang berbatasan dengan paroki kevikepan Ende  dan menjadi paroki pertama yang menerima Salib IYD setelah pemberkatan oleh Uskup Agung Ende Mgr.Vincentius Sensi Potokota dalam acara penutupan Ende Youth Day yang berpusat di Paroki Mautapaga Ende.

Ketua OMK Paroki Martinus Nangaroro Yoan Ndapa kepada vigonews.com  mengatakan bahwa penjemputan Salib IYD ini akan dilakukan besok 10 Juli 2016 di Nangamboa, dan di halaman gereja Salib akan diarak dengan diiringi  Tarian Sarafai dan sarahaki.

Yoan juga mengatakan bahwa selain seluruh Orang Muda di sembilan stasi, seluruh umat juga akan hadir untuk mengikuti upacara ini. Salib IYD akan berada di paroki Nangaroro selama dua hari sejak 10-12 Juli kemudian akan di hantar menuju paroki Kritus Raja Riti.

Selama dua hari di paroki Nangaroro, seluruh orang muda akan mengadakan doa dan adorasi serta  sharing Kitab Suci dengan tema menjadi Injil yang Hidup.

Sementara itu ketua Divisi OMK kevikepan Bajawa RD Anderson D  Lulu kepada vigonews.com mengatakan bahwa perarakan Salib IYD tahun 2016 ini akan dimulai pada 10 Juli 2016 di seluruh paroki keuskupan Agung Ende dengan perincian kevikepan Bajawa 35 paroki dan kevikepan  Ende 26 Paroki.

"Salib IYD ini akan dijemput dari paroki Mautapaga sekaligus penutupan Ende Youth Day dan selanjutnya masing-masing orang muda disetiap paroki akan menerima perarakan salib ini sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” katanya.

Prosesi salib dan novena Indonesia Youth Day dilaksanakan serentak sejak Januari tahun 2016. Puncak dari perarakan ini akan dilakukan di Manado pada bulan Oktober 2016 dalam acara Indonesian Youth Day yang juga akan diikuti oleh perwakilan OMK dari masing-masing paroki dari Keuskupan Agung Ende.(ml)

Insert foto: OMK Paroki Nangaroro melakukan perispan penyamutan Salib IYD

Vigonews.com, JEREBU’U Pemerintah daerah Kabupaten Ngada melalui Wakil Bupati, Paulus Soliwoa meresmikan sekolah dasar Nio Christian Primary School (NCSP) yang terletak di Desa Niolewa, Kecamatan Jerebuu, Ngada, Kamis (07/07/2016). Peresmian itu ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Wabup Paulus dan Mr. Stev, Pemilik Yayasan Flores Village Development (FVD).

Sebelum Wabup Paulus menyampaikan pandangannya terkait sekolah NCPS, mewakili panitia Agustinus Pati sedikit menjelaskan kesiapan panitia menyukseskan acara peresmian tersebut. Selain itu, Agustinus juga menjelaskan proses pembebasan lahan sekolah NCPS hampir empat tahun lalu itu."Tanah ini dibeli oleh masyarakat dengan uang Rp.100 juta," terangnya dihadapan para undangan. 
Keta FVD Moses Jala (kanan) mengajark para tamu meninjau ruang belajar SD Niolewa
Namun, dana dengan nominal fantastis itu menurutnya bukan dari masyarakat desa Niolewa melainkan dari para donator yang tergabung dalam yayasan FVD besutan Mr. Stev. "Masyarakat hanya menyiapakan tenaga, untuk proses pembangunan," ungkap Agus panggilan akrabnya.

Dalam kesempatan itu, Moses Jala selaku Ketua Yayasan FVD NCPS mengingatkan kembali apa yang pernah disampaikan Bupati Ngada Marianus Sae saat pertama kali dirinya berjumpa Mr. Stev. "Mereka ini bukan keluarga kita, bukan tua eja (besan) atau saudara kita tapi mereka dengan penuh kasih sayang melihat kekurangan kita," jelas Moses menirukan perkataan Marianus Sae.

Lanjut Moses dengan program kerjasama desa Flores (Indonesia) dengan Australia, selain fokus di dunia pendidikan juga di bidang pariwisata. Hal itu menurut Moses bisa dilihat dari lebih dari ribuan masyarakat Australia Barat yang telah mengetahui kepariwisataan Flores umumnya, dan khusunya di Kabupaten Ngada. Selain itu masyarakat Australia Barat secara ikhlas menyumbangan 1 dollar Australia terkait program kerjasama dua negara tersebut. "Uang yang terkumpul untuk gaji guru, kegiatan pembangunan sekolah, untuk program air minum, bahkan kegiatan-kegiatan kesehatan," urainya.
Kegiatan diselingi pentas drama dalam bahasa Inggris
Pada kesempatan itu, Moses yang telah menggeluti program ini sejak 2010 menggantikan posisi Marianus Sae yang terpilih memimpin Ngada, pun berharap Pemda Ngada bisa perhatikan lembaga pendidikan yang telah masyarakat Niolewa rintis. "Kepada Bapak Wakil Bupati Paulus, guru-guru yang telah kita bina sekian tahun ini bisa dipertahankan dan bisa dimasukan dalam pendanaan BOS," imbunya.

Sebagai penutup, ia meminta program listrik masuk Desa Niolewa dapat terealisasi tahun 2017 dan peningkatan jalan dari jalan tanah ke aspal bisa terlaksana dalam waktu dekat.

Hal senada juga diutarakan Mr. Stev yang berharap para pendidik yang telah mengajar hampir 4 tahun di NCPS bisa terus menjalankan tugas mereka dalam melayani anak didik di Desa Niolewa. "Mudah-mudahan Pak Bupati (Marianus Sae) tidak memindahakan guru-guru yang telah kami bina," kata Stev dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan Moses Laja.

Selain itu, Stev pun berterima kasih pada kaum muda Australia yang telah mengumpulkan dana Rp.300 juta di tahun 2016 untuk menyukseskan program pendidikan lintas negara tersebut.

Acara Ja'i bersama
Terkait kondisi demikian, mewakili Pemda Ngada, Wabup Pulus Soliwoa mengucapkan terima kasih atas niat tulus pihak Australia dalam membantu dunia pendidikan di Flores. "Ini merupakan sejarah bagi Pemda Ngada, masyarakat Niolewa dan kita semua karena bantuan anak muda Australia dan yayasan sehingga program pembangunan bisa terlaksana," ungkapnya.

Perihal bantuan, Paulus menegaskan pihaknya tidak akan diam melihat persoalan tersebut. Orang nomor dua di Pemda Ngada ini menghimbau SKPD agar mengingatkannya terkait implementasi program tersebut. "Saya pikir kalo kita melihat tempat ini, terus hanya datang nonton. Saya nilai tidak ada guna kita datang kesini," pungkasnya.

Pasangan Bupati Marianus Sae ini, menghimbau jajaran SKPD Ngada untuk mengingatkan mereka agar mempercepat peningkatan jalan maupun program-program yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan pelayanan masyarakat desa. (ydlm)

Insert foto: Peresmian SD Niolewa oleh Wakil Bupati Paulus Soliwoa di dampingi Mr. Stev

Vigonews.com, GOLEWA/NGADA – Temu  Sekami Kevikepan Bajawa di gelar di paroki Keluarga Kudus Nazaret Were berlangsung meriah ( 07/07/2016). 

Acara dengan tema Sekami Misionaris Cilik Kerahiman Ilahi ini dibuka dengan resmi oleh Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota dan diikuti oleh  1.750 peserta dengan perincian Sekami 1.400 peserta, JPA (Jadi Pendamping Adik) 105 orang, dan  Pendamping 280 orang.

Dalam sambutannya Uskup Agung Ende Mgr.Vincentius Sensi Potokota mengatakan sangat bangga bisa hadir bersama anak-anak dikevikepan Bajawa.

"Ini luar biasa, karena bidang keprihatinan dari hasil Muspas ke VII tentang Anak-anak, Remaja  dan Orang Muda Katolik ditanggapi dengan sukacita oleh umat keuskupan Agung Ende. Di waktu yang sama kevikepan Ende menyelenggarakan Jumpa OMK dan kevikepan Bajawa menyelenggarakan Temu Sekami di Paroki Were" katanya.

Bahagia karena selalu ada pendampingan kepada dua kelompok strategis yakni sekami dan OMK. Tugas dan tanggungjawab umat dikeuskupan mampu bahu membahu membangun generasi yang baik.

Uskup juga  berpesan anak-anak agar datang  were untuk belajar bersama teman-teman. Belajar untuk tahu, percaya dan yakin bahwa Allah Bapa adalah Bapa yang Maha Rahim. Datang dari semua paroki datang belajar menjadi rasul cilik dengan cara berbuat baik kepada sesama Rasul Cilik untuk mewartakan kabar gembira.

Kebersamaan anak Sekami menyelesaikan masalah melalui permainan

Uskup Senisi  juga mengajak seluruh umat agar saling mendukung dan mengajak semua anak-anak masuk menjadi sekami. “Anak-anak jika mau menjadi rasul harus tahu yang diajarkan,” katanya.

Sepanjang tahun 2016 umat katolik merayakan tahun kerahiman Ilahi. Gereja katolik harus mewartakan kepada seluruh dunia tentang kerahiman Allah.

Sementara itu, Panitia temu Sekami Arnoldus Yansen Tryono dalam laporan panitianya mengatakan bahwa Isu prioritas hasil Muspas ke VII di Danga adalah Anak dan Remaja, umat diajak secara serius untuk menanamkan benih iman.

Tujuan dari kegiatan ini yakni untuk menumbuhkan rasa  Cinta sesama, cinta budaya,alam lingkungan. Demi berkobarnya semangat, dalam hari- hari pertemuan ini dilakukan dalam kegiatan edukasi, sharing Kitab Suci anak , memperkenalkan rosario kerahiman ilahi terhadap anak. 

Selain itu, bentuk selebrasi pentas budaya, mazmur tanggapan, animasi dan aksi misi yakni kunjungan orang sakit dan jompo serta penanaman bibit tanaman dalam polibeg sebagai aksi cinta lingkungan.Kegiatan berlangsung selama tiga hari sejak 07-10 Juli 2016 di Paroki Keluarga Kudus Nazaret Were.

Sementara itu secara terpisah Grace dan Roger peserta dari paroki Maria Ratu Semesta Alam mengatakan sangat bahagia karena bisa bertemu banyak teman dengan banyak latar belakang berbeda. "Kami sangat senang bisa saling mengenal teman-teman dari berbagai macam daerah dan berbagai macam latar belakang. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut" sahut keduanya. (ml)

Insert foto: Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota bercengrama dengan dua anak sekami dalam sesi pegalungan penyambutannya.

Wednesday, 6 July 2016


Vigonews, BOAWAE - Pekan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Boawae resmi berlangsung hari ini, Rabu (06/07/2016). Pelaksanaan pekan OMK tahun ini berpusat di Koordinator Nagesapadhi, tepatnya di Kampung Toeteda, Boawae.

Bertindak sebagai moderator Romo Yohanes Mere atau akrab disapa Romo Juan mengingatkan pelaksanaan pekan OMK harus memiliki manfaat bagi kaum muda Katolik, khususnya di Paroki Boawae. "Bendera yang kalian kibarkan harus mencirikan pribadi kaum muda katolik," tandas Romo Juan saat memberikan sambutan pada apel pembuka Tri Hari OMK, Toeteda, Rabu (06/07/2016).

Dalam kesempatan itu, Romo Juan secara tegas menghimbau seluruh peserta OMK dari 7 koordinator/stasi se-Paroki Boawae untuk tidak berbuat vandalisme atau melakukan kekerasan terhadap sesama. "Kalo bicara keras boleh-boleh saja, asal tidak boleh melakukan kekerasan fisik. Secara tegas saya akan memberikan sanksi," pungkas rekanan Romo Yoseph Liwu ini.

Dalam kesempatan itu, tokoh masyarakat Nagekeo, asal Boawae, Cyrilus Bao Engo berharap kegiatan Pekan OMK dengan tema "Domine Ut Videam Manete In Me" memberikan masukan positif bagi generasi muda Katolik.

"Karena itu kegiatan pembinaan harus membawa dampak mempersiapkan mereka (OMK) sebagai generasi penerus gereja. Gereja Paroki Boawae ada di tangan mereka," kata Cyrilus usai apel pembuka.

Cyrilus pun berharap, kegiatan yang menyebarkan hal-hal positif bisa ditingkatkan. "Kita harapkan pembinaan tidak hanya kegiatan-kegiatan seremonial macam ini, tapi ada pembinaan-pembinaan rutin katakanlah semacam pendalaman.

Lanjut Cyrilus, "Tema-tema materi yang di sini (Pekan OMK) bisa diteruskan pendalamannya ke koordinator atau stasi sehingga betul-betul diresapi," pesannya.

Rangkaian kegiatan

Sekitar pukul 13.00 WITA, Ratusan Peserta OMK berkumpul di Gereja Fransiskus Xaverius Paroki Boawae, Kabupaten Nagekeo. Lalu menuju ke Kampung Toeteda sekitar pukul 14:30 WITA menggunakan konvoi kendaraan mobil dan sepeda motor yang dijemput rombongan pemukul Gong dan Gendang. Konvoi itu dikawal aparat Polsek Boawae.

Sebelum menuju ke Kampung, ratusan peserta yang berada di kendaraan masing-masing turun kemudian berjalan kaki sesuai rombongan koordinator/stasi-nya. Sekitar pukul 15:00 WITA peserta Pekan OMK mulai menempati tempat duduk yang disediakan di panggung peserta. Lalu sekitar pukul 16:00 WITA upacara bendera pembukaan Pekan OMK resmi dibuka. Pekan OMK sendiri berlangsung sejak Rabu-Minggu (06-10/07/2016).

Untuk diketahui, pembukaan Pekan OMK sendiri juga dihadiri Lurah Nagesapadhi, Pihak Kopdit Boawae, perwakilan Bank NTT Boawae, jajaran Pembina OMK Boawae, Pembina OMK Nagesapadhi dan tokoh masyarakat. (ydlm).

Insert foto: Gereja Paroki St. Fransiskus Xaverius Boawae

Tuesday, 5 July 2016



Vigonews, MATALOKO - Setidaknya 171 kali seruan 'Sangat Memuaskan' mewarnai Aula STKIP Citra Bakti, Malanuza. Enam kali seruan 'Cum Laude' disambut aplaus dari sekitar 800 hadirin dalam acara Sidang Senat Terbuka pengukuhan sarjana baru. Sabtu (02/06/2016) itu adalah momentum wisuda angkatan ke-2 STKIP Citra Bakti.

Predikat sangat memuaskan bagi seluruh wisudawan mendapat apresiasi tersendiri dari Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Denpasar (Bali, NTB dan NTT) Wilayah VIII, Prof. Dr I Nengah Dasi Astawa, M.Si.

Sebelumnya dia sempat menyatakan kekecewaannya karena wisuda di beberapa Perguruan Tinggi (PT) di bawah pimpinannya , nilai IPK masih berkisar di bawah 3,0. Padahal pasar kerja saat ini tidak lagi menyerap sarjana dengan IPK dua koma. Karena itu dia memberi apresiasi kepada STKIP Citra Bakti yang berjuang keras sehingga IPK mahasiswa yang diwisuda rata-rata IPK 3,0 ke atas.

Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si
Bagi Prof. Dasi Astawa, lebih baik sedikit diwisuda tetapi IPK-nya tinggi, daripada banyak tetapi tidak mencapai IPK 3,0 ke atas dengan predikat sangat memuaskan. "Saya pernah ikut wisuda salah satu akademi akutansi dengan jumlah lulusan 16 orang. Dari jumlah ini 15 di antaranya sudah bekerja dengan IPK di atas 3,0. Jadi lebih baik sedikit tetapi dapat terserap daripada banyak tetapi tidak terserap," kata Prof  Dasi Astawa sehari sebelum wisuda.

Sarjana yang diwisuda pada angkatan ke-2 sebanyak 177 dari dua prodi, masing-masing Prodi PGSD 103 orang, dan PJKR 46 orang. Sampai saat ini STKIP Citra Bakti sudah mewisuda 319 sarjana dari dua angkatan. Sementara prodi PAUD dan music belum ada yang diwisuda karena belum lama buka. Dua prodi terakhir adalah Matematika dan IPA yang mulai tahun ini akan menerima mahasiswa.

Prof. Dr. I Wayan Koyan
Ketua STKIP Citra Bakti, Prof. Dr. I Wayan Koyan dalam pidato wisuda menegaskan, studi selesai, tetapi tantangan belum berakhir. Medan di luar lebih berat dari  kampus untuk  mengisi dan menciptakan lapangan kerja. Tapi harus yakin bahwa alumni Citra Bakti  mampu bersaing sesuai  dengan kompetensi yang sudah dimiliki.

"Pekerjaan tidak akan jemput saudara, tapi anda yang harus menciptakan pekerjaan, karena terbatasnya peluang kerja. Saya bangga kalau saudara dapat menciptakan pekerjaan sendiri dan itu sangat  mulia karena dengan demikian bisa sekaligus membantu sesama untuk bekerja," kata Prof. Koyan.

Sementara Bupati Ngada, Marianus Sae dalam sambutannya yang disampaikan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs. Frans Wogha mengatakan, hal yang menggembira pemda dan rakyat Ngada  bahwa lembaga ini sudah membantu mengatasi persoalan tenaga pendidik yang berkualitas. Semua sudah tersedia. Tenaga guru kualitas mendorong pemberdayaan SDM mulai dari desa.

"Dengan kompetensi yang dimiliki,  saya berharap saudara siap hadapi tantangan dalam mengatasi berbagai persoalan. Gunakan kompetensi saudara dan tingkatan terus profesionalitas dan kompetensi diri sehingga dapat menjawab tantangan," kata bupati Marianus.

Drs. Thomas Dola Radho
Tokoh masyarakat, Thomas Dola Radho dalam sambutannya memberi apresiasi terhadap perkembangan lembaga itu melalui kontribusinya kepada daerah ini. Thomas minta pemda membuat kebijakan agar guru di SD diupayakan untuk dinaikan kesejahteraannya. "Gaji guru kurang manusiawi, terutama guru-guru honor," katanya.

Kepada wisudawan dia minta,  ingat pesan Prof. Dasi Astawa yang disampaikan pada orasi ilmiah. "Sekolah guru tidak menawarkan harga mati menjadi guru saja. Tetapi bisa jadi apa saja. Banyak contoh bahwa guru bisa jadi apa saja. Buktikan bahwa anda tamat sekolah guru dan bisa jadi apa saja," peaan Thomas.

Diakatakan Thomas Dola, "tugas anda adalah  melejitkan potensi diri dengan terus belajar. Pulang kembali ke kampung  anda bawa apa?  Sebagai intelektual anda bawa pulang buku atau tidak."

Thomas Dola mengaku bangga dengan predikat 177 sarjana baru. 171 mencapai predilkat sangat memuaskan dengan IPK 3,0 ke atas. Sementara enam orang sarjana mendapat predikat cum laude. "Ada 171 sangat memuaskan dan enam orang cum laude. Anda harus memuaskan termasuk siap menghadapi persaingan setelah kembali ke masyarakat.

Wakil wisudawan, Fransiskus Timu dalam sambutannya menegaskan, bahwa dirinya bersama wisudawan lainnya bangga kuliah di STKIP Citra Bakti. Bahkan dia mengaku tidak takut bersaing meski hanya kuliah di kampung.

"Kami bangga berada di sini. Belajar di tanah sendiri. Walau kuliah di kampung, kami siap hadapi persaingan global. Meski belajar di sini, kami tidak takut bersaing untuk menjadi yang terbaik," ujar Fransiskus.(ch)

Insert foto: Para sarjana baru angkatan ke-2 STKIP Citra Bakti



MALANUZA - Keluarga besar STKIP Citra Bakti, Ngada merayakan Diesnatalis ke-5, Senin (27/06/2015). berbagai lomba dan pertandingan digelar meriahkan HUT lembaga pendidikan guru itu. Kegiatan diakhiri dengan misa syukur di auditorium kampus setempat.

Ketua Panitia Disenatalis, Melkior Wewe, M.Pd mengatakan, untuk meriahkan hari jadi STKIP Citra Bakti sejak Mei - Juni telah dilaksanakan berbagai kegiatan lomba dan pertandingan, antara lain kegiatan akademik, seni, olahraga dan kegiatan sosial.

Kegiatan akademik meliputi lomba, lima  bidang studi tingkat SD, yakni mata pelajaran IPA,  Bindo. Matematika, IPS dan PKn. Juga digelar seminar nasional dengan tema 'Menuju Kurikulum Nasional Berkarakter'n, presentase artikel ilmiah tingkat dosen dan mahasiswan serta  kuliah umum 'memahami karalteristik peseta didik. Digelar juga lomba pidato bahasa Inggris tingkat SMA yang diikuti enam SMA.

Sementara kegiatan olahraga meliputi: tarik tambang, sepak bola putri antar mahasiswa. Kegiatan seni antara lain lomba fashion show, tarian jai kreasi antara SMA dari lima sekolah dan lomba paduan suara antar mahasiswa. Dari kegiatan lomba dan pertandingan dirangkaikan dengan kegiatan sosial: yakni kunjungan ke panti asuhan, serta kegiatan rohani, yakni: rekoleksi para dosen.

Menurut Melkior, dari kegiatan-kegiatan masih ada kegiatan yang tertunda dan akan digelar ketika memasuki tahun ajaran baru, yakni: sepak bola putra dan lomba drum band antar SMA.(ch)

Insert foto: Sarjana STKIP Citra Bakti angkatan ke-2 membuat kejuatan dengan membawa kue ulang tahun almamater pada acara dies natalis ke-5. Para guru yang sudah bekerja itu diterima Ketua Yayasan Citra Masyarakat Mandiri Wilfridus Muga dan Ketua STKIP Citra Bakti Prof. I Wayan Koyan